Indonesia Memiliki Prospek Asuransi Syariah Menjanjikan
News , May 24, 2013, admin

Campus Reporting News, 24 Mei 2013

Prospek pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia dinilai bagus khususnya dibidang asuransi dengan angka yang menjanjikan. Dimana sebagai negara dengan populasi umat muslim di dunia, pertumbuhan pasar asuransi syariah diprediksi akan semakin meningkat.

Premi bruto yang berhasil dicetak oleh asuransi syariah di tahun 2011 sebesar Rp. 4,97 triliun. Hampir sepuluh kali lipat dari premi yang dibukukan di tahun 2006. Karena hal tersebut, Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan industri asuransi syariah tercepat.

Direktur Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia (P3EI UII), M.B. Hendrie Anto, SE, M.Sc, pada saat pembukaan seminar dan workshop Sharia Insurance Goes to Campus dengan tema “Kupas Tuntas Dunia Asuransi Syariah” Kamis (23/5) di UII mengungkapkan, asuransi khususnya yang menerapkan sistem syariah merupakan salah satu jasa keuangan yang kini kian berkembang pesat. Namun beliau menyayangkan belum adanya perhatian yang luas. Pemahaman masyarakat Indonesia tentang asuransi syariah dinilai masih kurang. Salah satu indikatornya adalah masih kecilnya market share dari asuransi syariah dibanding asuransi konvensional.

Salah satu pembicara seminar, Bayu Widdhisiadji, SE, MM., AAAIK, AIIS, Direktur Utama PT. Asuransi Takaful mengungkapkan, perkembangannya asuransi syariah memang pesat, namun hingga tahun 2012 market share asuransi syariah di Indonesia belum menembus angka 5 persen.

Tambahnya, beliau menekankan perlunya upaya sosialisasi kepada masyarakat luas tentang keunggulan asuransi syariah. “Sosialisasi kepada masyarakat sangat penting untuk meningkatkan penetrasi pasar kita ke depan”, jelasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Hadri Kusuma, MBA (Dekan Fakultas Ekonomi UII)  mengatakan bahwa ada tantangan yang harus dihadapi oleh asuransi syariah di masa depan. “Lembaga tersebut harus bisa meyakinkan bahwa mereka benar-benar menawarkan produk keuangan berbasis syariah bukan sekedar kemasannya saja,” jelas Prof. Hadri. Beliau juga berpesan agar lembaga asuransi syariah segera berbenah menghadapi perubahan dalam sistem pengaturan dan pengawasan transaksi jasa keuangan yang sekarang berada di bawah wewenang OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


nine − = 3

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>