DJ

Sudah Melaksanakan Prokes, Terinfeksi COVID19, Mengapa?

todayAugust 26, 2021 6

Background
share close

Pandemi COVID-19 di Indonesia sudah memasuki tahun kedua.Pemerintah tidak henti-hentinya berupaya mengadakan programpenanggulangan (PSBB, PPKM, Vaksinasi dsb). Protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan agar tidak terinfeksi COVID-19 sudah menjadi rutinitas kehidupan sehari-hari. Masyarakat ada yang berperilaku patuh, ada yang kurang patuh. Hal tersebut terjadi karena pemahaman tentang protokol kesehatan yang beragam.Kondisi ini yang menyebabkan pelaksanaan protokol kesehatan tidak optimal danberesiko terinfeksi COVID-19.

Kasus penderita terkonfirmasi COVID-19 semakin bertambah. COVID-19 ditularkan melalui percikan ludah penderita yang masuk ke tubuh kita melalui membran mukosa (selaput lendir saluran pernafasan, saluran pencernaan, permukaan kulit yang terbuka). Prilaku yang kurang patuh terhadap protokol kesehatan dan kasus konfirmasi yang semakin bertambah, sangat memungkinkan sekali lingkungan di sekitar terkontaminasi virus COVID-19.Beraktifitas dilingkungan yang terkontaminasi bisa menyebakan terinfeksi.

Pelaksanaan protokol kesehatan(mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dst) yang “menjadi rutinitas,” terkadang kualitas perlindungannya tidak maksimal dan beresiko terinfeksi virus. Pelaksanaan protokol kesehatan yang harus ditingkatkan, misal:

  1. Mencuci tanganmenggunakan air mengalir dan sabun atau handsanitizer

Mencuci tangan bertujuanmencegah virus ditangan dari lingkungan yang sudah terkontaminasi (reservoar) agar tidak masuk ke tubuh kita (port de entry) melalui hidung atau mulut (selaput lendir saluran pernafasan dan saluran pencernaan). WHO selaku organisasi kesehatan dunia merekomendasikan mencuci tangan dengan gerakan 6 langkah secara berurutan, agar lebih sering dikerjakan.Enam gerakan dalam mencuci tangan ini memungkinkan semua permukaan telapak dan punggung tangan terkena sabun/handsanitizer sehingga virus bisa mati. Membilas dengan air mengalir memungkinkan kotoran bisa terangkat dan bersih. Prilaku rutinitas mencuci tangan terkadang sekedar menjadi “syarat atau formalitas” saja, sedangkan pelaksanaanya jauh dari rekomendasi gerakan yang sudah disampaikan oleh WHO.

  1. Memakai masker dengan fit

Masker harus dipakai secara fit, yaitu semaksimal menutup hidung dan mulut. Bagian yang terdapat tembaga tipis (nose ware) harus ditekuk sesuai lekukan hidung, bagian bawah masker ditarik hingga menutup dagu, tali masker disesuaikan sehingga kencang. Memakai masker bertujuan menghindari menghirup percikan ludah penderita yang ada di udara lingkungan yang terkontaminasi masuk ke saluran pernafasan kita. Memakai masker juga bertujuan agar percikan ludah dari penderita tidak terpercik bebas ke udara dilingkungan. Di lingkungan udara yang terkontaminasi virus, bagian luar masker yang kita pakai menjadi bagian yang terkontaminasi. Memegang bagian luar masker yang terkontaminasi dengan tangan menyebabkan tangan ikut menjadi terkontaminasi, sehingga harus melakukan kebersihan tangan dengan handsanitizer atau mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

  1. Menjaga jarak

Menjaga jarak (>1 meter)saat berbicara langsung dengan penderita bertujuan agar percikan ludahyang terjadi saat berbicara tidak megenai kita dan menyebabkan terinfeksi. Hembusan angin dari penderita ke arah kita juga semaksimal mungkin dihindari.

Protokol kesehatan tersebut di atas dan protokol kesehatan lainnya menjadi tanggung jawab individu dan tanggung jawab kita bersama. Melaksanakan protokol kesehatan sebagai wujud melanjutkan  perjuangan di masa kemerdekaan. Mari kita dukung program-program pemerintah sehingga Indonesia bisa melewati pandemi COVID-19.

Written by: admin

Rate it

Previous post

DJ

Aa Gym Ajak Milenial Belajar Ikhlas

Ikhlas merupakan jalan untuk membersihkan hati dan menenangkan pikiran, keberadaan sikap berikhlas harus dilatih dan ditumbuhkan pada diri masing-masing umat muslim. Sebab dengan adanya ikhlas, seorang muslim akan dicintai makhluk dan lebih dekat dengan tuhannya. Hal ini disampaikan K.H. Abdullah Gymnastiar pada Tabligh Akbar Wonderful Muharram 1443 H yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia (UII) pada Jumat (20/8) secara virtual. Tabligh Akbar mengangkat tema Gebyar Muharram […]

todayAugust 26, 2021 5

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0%