PT Produksi Film Negara (PFN) berencana memperluas bisnisnya ke sektor bioskop dengan membangun jaringan layar lebar milik negara bernama Sinewara. Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada 2027, dengan lokasi perdana di lahan PFN yang berada di Jalan Otista, Jakarta.
Rencana tersebut hadir di tengah perubahan kebiasaan masyarakat dalam menikmati hiburan. Kini, menonton film tak lagi hanya mengandalkan bioskop karena semakin banyak orang beralih ke platform over-the-top (OTT) seperti Netflix dan berbagai layanan streaming lainnya.
Kondisi ini pun membuat rencana pembangunan jaringan bioskop oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi perhatian. Selain mempertanyakan seberapa besar prospek bisnis bioskop di tengah maraknya layanan streaming, muncul pula pertimbangan mengenai risiko investasi yang harus ditanggung negara.
Direktur Utama PFN, Riefian Fajarsyah, menilai tantangan utama industri film Indonesia saat ini bukan hanya soal produksi film. Menurutnya, persoalan yang tak kalah penting adalah terbatasnya jalur distribusi serta jumlah layar bioskop yang tersedia untuk menayangkan film-film Indonesia.
Post comments (0)