Jumlah pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi, termasuk dari kalangan lulusan perguruan tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, hingga Mei 2026 ada sekitar 7,22 juta orang yang masih menganggur.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menyebut sekitar 1,03 juta orang atau 14,31 persen dari total pengangguran merupakan lulusan D4, S1, S2, hingga S3.
Sementara itu, pengangguran dengan latar belakang pendidikan D1 sampai D3 tercatat sekitar 180 ribu orang atau 2,48 persen.
Di sisi lain, lulusan SD atau sederajat masih mendominasi struktur tenaga kerja Indonesia. Dari total 148,19 juta penduduk yang bekerja pada Mei 2026, sekitar 52,46 juta orang atau 35,40 persen merupakan lulusan SD ke bawah.
Meski begitu, jumlah pekerja dengan pendidikan menengah hingga perguruan tinggi mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Namun, proporsi pekerja lulusan diploma dan perguruan tinggi masih relatif kecil.
Secara keseluruhan, jumlah penduduk yang bekerja pada Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang, naik sekitar 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 37,09 persen bekerja sebagai buruh, karyawan, atau pegawai.
Artinya, punya gelar pendidikan tinggi belum otomatis bikin seseorang langsung terserap ke dunia kerja. Data ini juga menunjukkan masih ada pekerjaan rumah untuk mempertemukan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
Dengerin UNISI 104.5 FM di manapun, via www.UnisiFM.com.
Follow sosmed @UnisiFM.
Hubungi kami
WA 0817-234-1045.
Tlp 0274 540258.
Radio terbaik Jogja. Radio yang paling hit di Jogja. Radio Favorit Jogja. Radio nomor satu di Jogja. Radio anak muda di Jogja. Radio top 40 Jogja.
Post comments (0)