Highlights

Film Terbaru Garin Nugroho “Merah Sebelum Fajar” Lolos Kompetisi Utama Tokyo International Film Festival 2026

todayOctober 24, 2026 2

Background
share close

JAKARTA — Kabar bangga kembali datang dari dunia perfilman Tanah Air. Film panjang terbaru karya sutradara ternama Garin Nugroho, Merah Sebelum Fajar (Red Before Dawn), resmi terpilih untuk masuk ke dalam program Main Competition (Kompetisi Utama) di ajang bergengsi Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026.

Pencapaian ini menempatkan Merah Sebelum Fajar sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil menembus kategori utama festival film internasional kelas dunia tersebut, setelah menyisihkan ribuan karya film dari berbagai negara.

Berlatar Era Revolusi 1946

Film Merah Sebelum Fajar mengambil latar waktu pada masa revolusi Indonesia tahun 1946—periode krusial pasca-proklamasi kemerdekaan. Ceritanya berfokus pada perjalanan lima orang dengan latar belakang budaya dan garis hidup yang berbeda. Bersama-sama, mereka melintasi berbagai pelosok Nusantara demi mengemban misi penting: membawa dokumen sejarah yang sangat berharga bagi masa depan bangsa.

Dengan kepiawaian Garin Nugroho dalam mengolah narasi visual dan elemen budaya, film ini tidak hanya menyajikan drama sejarah, tetapi juga menyelami kedalaman emosi serta humanisme para karakternya di tengah pergejolakan politik masa itu.

Kolaborasi Apik Garin Nugroho dan Nicholas Saputra

Film ini kembali mempertemukan Garin Nugroho dengan aktor papan atas Nicholas Saputra sebagai salah satu pemeran utama. Kolaborasi ini menambah deretan karya berkelas yang lahir dari perpaduan penyutradaraan khas Garin dan akting mendalam dari Nicholas.

Garin Nugroho mengungkapkan bahwa keterlibatan Merah Sebelum Fajar dalam ajang TIFF 2026 merupakan bentuk apresiasi internasional terhadap narasi sejarah Indonesia yang dikemas secara universal.

Representasi Tunggal Indonesia di Panggung Internasional

Masuknya Merah Sebelum Fajar ke dalam deretan 15 film yang berkompetisi di Main Competition TIFF 2026 menjadi catatan prestasi tersendiri bagi sinema Indonesia. Penayangan perdana (world premiere) di Tokyo International Film Festival diprediksi akan menarik perhatian para kritikus film, kurator, dan penikmat sinema global.

Kehadiran film ini semakin mempertegas posisi sinema Indonesia di panggung internasional, sekaligus menunjukkan bahwa kisah-kisah berlatar sejarah lokal mampu beresonansi dengan audiens global.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengerin UNISI 104.5 FM di manapun, via www.UnisiFM.com.

Follow sosmed @UnisiFM.

Hubungi kami
WA 0817-234-1045.
Tlp 0274 540258.

Radio terbaik Jogja. Radio yang paling hit di Jogja. Radio Favorit Jogja. Radio nomor satu di Jogja. Radio anak muda di Jogja. Radio top 40 Jogja.

Written by: Admin

Rate it

Previous post

EDUKASI

Jogja Sumuk! Cuaca Jogja Tembus 35,2 Derajat Celsius, Kenapa?

YOGYAKARTA — Fenomena cuaca panas terik yang melanda kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya belakangan ini mencapai tingkatan ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa stasiun pengamatan meteorologi mencatat lonjakan suhu udara maksimum hingga menembus angka 35,2 derajat Celsius. Capaian suhu udara tersebut mencatatkan rekor baru yang mendekati ambang batas tertinggi dalam kurun waktu 16 tahun terakhir di wilayah DIY. Kondisi terik yang menyengat di siang hari […]

todayOctober 23, 2026 2

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0%