Pemerintah sedang menyiapkan paket stimulus ekonomi untuk semester II-2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak fenomena El Nino yang mulai aktif sejak Juni lalu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah meminta agar paket stimulus tersebut segera disiapkan guna mengurangi potensi gangguan El Nino terhadap perekonomian nasional.
Meski begitu, hingga saat ini besaran anggaran maupun bentuk programnya masih belum diputuskan. Pasalnya, pembahasan masih berlangsung dan Kementerian Keuangan masih menunggu usulan dari kementerian teknis terkait sebelum mengambil keputusan.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa El Nino kini sudah masuk kategori kuat dan masih berpotensi meningkat menjadi sangat kuat. Kondisi ini bisa memicu musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, pada Selasa (4/8), menjelaskan hasil pemantauan menunjukkan indeks ENSO El Nino telah mencapai +1,59, yang menandakan fenomena tersebut berada pada level kuat.
BMKG juga memperkirakan curah hujan selama Agustus hingga September 2026 akan berada pada kategori rendah hingga sangat rendah. Musim hujan diprediksi baru mulai datang secara bertahap pada pertengahan Oktober 2026.
Wilayah yang diperkirakan paling terdampak berada di selatan garis khatulistiwa, meliputi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa, Sumatera bagian selatan, hingga Papua bagian selatan.
Post comments (0)