Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat terjadinya 19 kali gempa Guguran pada Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten, Rabu (3/9/2026) siang.
Hasil pengamatan pada rentang waktu 06:00 – 12:00 WIB tersebut menunjukkan aktivitas kegempaan terjadi dengan amplitudo 2-22 mm selama 53.6-194.03 detik.
Tidak hanya itu, hasil pantauan otoritas terkait juga menyebut di rentang waktu yang sama terjadi 15 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-30 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 9.27-51.53 detik.
Adapun gempa Vulkanik Dangkal terjadi 2 kali dengan amplitudo 19-25 mm, dan lama gempa 12.56-13.87 detik. Gunung yang memiliki ketinggian 2968 mdpl itu saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi merekomendasikan bahwa potensi bahaya dari Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awanpanas.
Potensi guguran lava dan awan panas bisa terjadi pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Laporan rekomendasi itu juga menyebut bahwa suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. (ose/iwe)
Dengerin UNISI 104.5 FM di manapun, via www.UnisiFM.com.
Follow sosmed @UnisiFM.
Hubungi kami
WA 0817-234-1045.
Tlp 0274 540258.
Radio terbaik Jogja. Radio yang paling hit di Jogja. Radio Favorit Jogja. Radio nomor satu di Jogja. Radio anak muda di Jogja. Radio top 40 Jogja.
Post comments (0)