Musim kemarau yang berkepanjangan membuat sejumlah wilayah di Gunungkidul, DIY, mengalami krisis air bersih. Di Dusun Kemesu, Kecamatan Rongkop, pasokan air PDAM hanya mengalir sekitar seminggu sekali, sehingga warga harus membeli air dari tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Potensi warga terdampak kekeringan tercatat di 60 kelurahan/kalurahan dari 16 kapanewon. Kapanewon Tepus dan Rongkop menjadi dua wilayah yang paling parah merasakan krisis air bersih.
Sebagian warga terpaksa membeli air dari truk tangki swasta seharga Rp120.000 hingga Rp150.000 per tangki karena aliran PDAM tidak stabil atau hanya mengalir 2-3 kali dalam sebulan. Kondisi ekonomi yang semakin berat membuat sebagian warga terpaksa menjual ayam, kambing, hingga hasil panen demi mendapatkan air bersih. Satu tangki air berkapasitas sekitar 5.000 liter dibanderol sekitar Rp120 ribu, sementara bantuan dropping air dari BPBD masih terus disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Post comments (0)