Selama 21 tahun, Jogja Fashion Week (JFW) terus menjadi bagian penting dalam perjalanan perkembangan industri fesyen di Indonesia. Dua dekade lebih penyelenggaraan ini menjadi bukti konsistensi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan industri fesyen nasional agar semakin dikenal di tingkat internasional.
Perjalanan selama 21 tahun tentu bukan waktu yang singkat. Berbagai pengalaman dan pembelajaran telah menjadi bagian dari proses panjang JFW, sekaligus memperkuat eksistensinya dalam memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri fesyen Tanah Air.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku industri fesyen, baik dalam skema business to business (B2B) maupun business to consumer (B2C). Dengan begitu, JFW tidak hanya menjadi wadah untuk memperkenalkan karya dan tren terbaru, tetapi juga membuka peluang transaksi, kolaborasi, serta hubungan ekonomi yang berkelanjutan.
Mengangkat Tema “Roots of Resonance, Beyond”
Pada penyelenggaraan tahun ini, Jogja Fashion Week 2026 mengusung tema “Roots of Resonance, Beyond” atau “Dari Akar Budaya Bergema ke Dunia.”
Tema tersebut terinspirasi dari kekayaan budaya fesyen Yogyakarta yang sarat nilai dan menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya beragam karya mode serta wastra. Warisan budaya tersebut tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Melalui perpaduan antara tradisi, teknologi, dan kreativitas, nilai-nilai budaya tersebut diolah menjadi karya fesyen yang relevan dengan perkembangan tren global dan dapat diterima oleh masyarakat dunia.
Tema Roots of Resonance, Beyond juga menjadi ajakan untuk terus menggaungkan kekayaan budaya Indonesia melalui karya-karya kreatif baru. Harapannya, karya yang lahir dari industri mode dapat menjadi inspirasi sekaligus mendorong munculnya tren fesyen baru di tingkat regional hingga internasional.
Digelar Selama Empat Hari
Jogja Fashion Week 2026 akan berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Agustus 2026, bertempat di Grand Bima Hall Jogja Expo Center (JEC).
Lokasi tersebut merupakan gedung pameran indoor berstandar nasional dan menjadi salah satu area pameran terbesar di Yogyakarta, dengan luas lebih dari 8.000 meter persegi.
Penyelenggaraan JFW 2026 digelar oleh Disperindag DIY dengan menggandeng berbagai stakeholder di industri fesyen. Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DEKRANASDA, KADIN, APPMI, IFC, ASEPHI, Komunitas REMPEYEK, ATK Yogyakarta, Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta, Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Yogyakarta, serta berbagai pelaku usaha fesyen lainnya.
Hadirkan 165 Desainer dalam 13 Sesi Fashion Show
Salah satu agenda utama Jogja Fashion Week 2026 adalah fashion show yang akan digelar dalam 13 sesi. Sebanyak 165 desainer fesyen nasional akan ambil bagian dan menampilkan karya-karya mereka.
Rangkaian show tersebut terdiri dari dua sesi siang, empat sesi sore, empat sesi malam, satu sesi Kids and Teen, satu sesi Young Talent Fashion Designer, serta satu sesi Grand Final Jogja Fashion Designer Competition (JFDC).
Sejumlah desainer nasional juga akan hadir sebagai guest designer, di antaranya Arie Arka, Itang Yunaz, Priyo Oktaviano, Yuni Pohan, Datuk Raja Reza, dan Ayu Diah Andari.
Pameran Libatkan Ratusan Brand Fesyen
Selain fashion show, JFW 2026 juga menghadirkan area pameran seluas sekitar 5.000 meter persegi. Pameran ini akan menampilkan lebih dari 100 brand fesyen asal DIY yang telah memiliki eksistensi di tingkat nasional.
Tak hanya brand lokal Yogyakarta, sekitar 50 brand dari berbagai daerah di Indonesia juga akan ikut meramaikan pameran.
Kehadiran berbagai brand tersebut diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas untuk memperkenalkan produk fesyen lokal sekaligus mempertemukan pelaku industri dengan calon konsumen dan mitra bisnis.
Business Matching Buka Peluang Pasar Lebih Luas
JFW 2026 turut menghadirkan program Business Matching yang dirancang untuk mempertemukan produsen fesyen berkualitas dari DIY dengan para buyer dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
Program ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk fesyen Yogyakarta.
Tak berhenti di fashion show dan pameran, rangkaian JFW 2026 juga akan diisi dengan berbagai kegiatan edukasi, promosi, serta aktivasi di Creative Corner. Beragam program tersebut dihadirkan untuk membuat perayaan 21 tahun Jogja Fashion Week semakin semarak sekaligus memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi pengunjung.
Memasuki usia ke-21, Jogja Fashion Week membawa semangat untuk terus mandiri dan berkembang. Lebih dari sekadar perhelatan mode, JFW 2026 menjadi ruang untuk mengolah kekayaan budaya, kreativitas, dan inovasi menjadi karya fesyen yang memiliki nilai ekonomi sekaligus kekayaan intelektual tinggi, dengan harapan dapat membawa identitas fesyen Yogyakarta semakin bergema hingga ke dunia internasional.
Post comments (0)