Lionel Messi akhirnya menutup perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina. Pemain berusia 39 tahun itu mengaku, keputusan untuk pensiun dari sepak bola internasional menjadi salah satu momen paling berat dalam kariernya.
Perpisahan tersebut terasa semakin spesial setelah Messi tampil gemilang saat Argentina menang 3-0 atas Benin. Ia mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-71 dan turut memberikan assist untuk gol Nicolas Otamendi serta Nico Paz.
Laga itu sekaligus menjadi penutup perjalanan internasional Messi yang berlangsung lebih dari dua dekade. Sejak debut pada 2005, ia sudah mencatatkan 208 penampilan dan 126 gol bersama Argentina.
Perjalanan Messi bersama timnas memang tidak selalu mulus. Ia sempat berkali-kali gagal meraih trofi di level internasional. Namun, semuanya berubah sejak Argentina ditangani Lionel Scaloni.
Bersama Scaloni, Messi berhasil membawa Argentina meraih Copa America 2021 dan 2024, Finalissima 2022, serta trofi paling bergengsi, Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kini, setelah perjalanan panjang tersebut berakhir, Messi mengaku keputusan untuk meninggalkan timnas bukan sesuatu yang mudah.
Perpisahan tersebut terasa semakin emosional karena Messi kembali menunjukkan kelasnya di atas lapangan. Ia terlibat langsung dalam tiga gol Argentina dan membuat sejumlah rekan setimnya tak kuasa menahan emosi setelah pertandingan.
Laga Kontra Inggris Jadi Salah Satu Pertimbangan
Menariknya, selama lebih dari 20 tahun membela Argentina dan mencatat lebih dari 200 penampilan, Messi hanya sekali berhadapan dengan Inggris. Pertemuan itu terjadi di semifinal Piala Dunia 2026 pada Juli lalu.
Laga yang berlangsung di Dallas tersebut menjadi salah satu penampilan terakhir Messi di Piala Dunia. Inggris sempat unggul lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55 dan berada di jalur menuju final Piala Dunia pertama mereka dalam 60 tahun.
Namun, Messi kembali menjadi pembeda. Ia membantu Argentina bangkit dengan memberikan assist untuk gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez. Argentina akhirnya melaju ke final untuk menghadapi Spanyol.
Sayangnya, Argentina gagal menjadi juara setelah kalah dari Spanyol. Messi pun tidak mendapatkan akhir cerita yang sempurna dalam turnamen terakhirnya.
Meski begitu, pertandingan melawan Inggris ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi Messi dan menjadi salah satu alasan di balik keputusannya untuk pensiun.
Messi mengaku perjuangan Argentina di Piala Dunia terakhir sangat menguras tenaga, baik secara fisik maupun emosional. Terlebih, mereka datang dengan ambisi besar untuk kembali menjadi juara dunia.
Meski akhirnya gagal membawa Argentina mempertahankan gelar, Messi menutup perjalanan internasionalnya dengan kepala tegak. Setelah lebih dari 20 tahun, ratusan pertandingan, dan sederet trofi, sang kapten akhirnya memilih mengucapkan selamat tinggal kepada seragam yang selama ini begitu ia cintai.
Dengerin UNISI 104.5 FM di manapun, via www.UnisiFM.com.
Follow sosmed @UnisiFM.
Hubungi kami
WA 0817-234-1045.
Tlp 0274 540258.
Post comments (0)